Senin, 12 November 2012

 ILMU-ILMU BANTU SEJARAH


       Seorang penulis sejarah dituntut untuk menguasai bidang-bidang atau ilmu-ilmu sosial lain. Karena ilmu sosial akan mampu membantu memberikan analisis terhadap fenomena peristiwa masa lalu. Untuk mencapai hasil yang baiktentang penulisan sejarah, maka sejarawan tidak bisa bekerja sendirian dan berkubang dengan ilmu sejarah sendiri, yaitu tentang masa lalu umat manusia. Sejarawan memerlukan informasidari berbagai bidang untuk mendaapatkan data, tergantung pada kebutuhan dalam batas-batas penelitiannya. Istilah yang biasa dipakai untuk menyebutkan ilmu-ilmu bantu untuk penelitian sejarah adalah ilmu bantu sejarah (auxillary  disciplin) (Gilbert J. Garaghan 1984)
       Pada umumnya semua ilmu-ilmu sosial, juga non sosial saling bekerja sama dengan  disiplin ilmu sejarah, Antropologi membantu membantu dalam memahami sosial dan kebudayaan dari jaman pra sejarah, proto sejarah atau jaman prasastra. Ilmu psikologi menerangkan tingkah laku manusia. Ilmu psikologi sangat penting bagi ilmu sejarah untuk menganalisis fenomena yang penting seperti, revolusi, reaksi atau gerakan masyarakat, reaksi-reaksi dalam pidato. Ilmu psikologi juga membantu untuk memahami karakter dalam sejarah. Pada ilmu geografi, seorang sejarawan banyak belajar tentang lingkungan fisik atau pengaruh alam pada manusia., dan ilmu ekonomi memberi informasi tentang persoalan-persoalan ekonomi.
       Seorang sejarawan perlu mempunyai pengetahuan seluas mungkin dan selalu tertarik dengan tidak menutup kemungkinan dari bidang apapun agar penulisan sejarah dapat dipertanggung jawabkan Namun harus selalu sadar bahwa dengan bekerja sama dengan ilmu sosial bukan berarti akan menjadikannya sejarah sebagai ilmu lain. Beberapa ilmu bantu sejarah adalah :
a. Bibliografi
       Secara etimology, bibliografi adalah "diskripsi buku-buku atau ilmu pengetahuan mengeanai buku". Bibliografi adalah alat praktis bagi seorang sejarawan, yang manfaatnya untuk memberitahu tentang sumber-sumber atau bahan yang akan dipakai sebagai referensi dalam penelitian sejarah. Samuel Johnson dalam Garaghan, menyatakan bahwa, pengetahuan itu ada dua macam yaitu, kita mengetahu bidang bidang kita sendiri atau kita tahu dimana kita mendapatkan informasi tentang bidang itu, dan pengetahuan pada umumnya membangun di ats pengetahuan yang sudah ada. Oleh karena bibliografi sangat penting artinya bagi penulisan sejarah. 
       Penelitian sejarah sifatnya progresif, maka informasi tentang buku-buku akan sangat membantu pekerjaan sejarawan dalam upayanya melakukan penelitian, sehingga informasi tentang terbitan buku-buku baru sangat penting.  Oleh karena itu  dalam laporan penelitian perlu dicantumkan beberapa judul buku sebagai referensi penelitian, dan buku-buku yang merupakan kepustakaan dalam bidang sejarah.

b. Antropologi
       antrologi dalam arti luas adalah mempelajari tentang aktifitas manusian dengan berbagai akibat dari kegiatan manusia, termasuk struktur-struktur sosial yang berupa lembaga-lembaga sosial, paranata sosial, sistem sosial dan berbagai budaya yang sudah mempola. Berbagai informasi tentang kebudayaan masa lalu, data-data bisa didapatkan dari palaeontologi yang berkenaan dengan fosil-fosil dan sisa kerangka manusia. disamping itu juga bisa didapatkan dari archeologi yang berkenaan tentang peninggalan phisik dan kebudayaan yang sudah punah atau civilisasi. Bisa juga didapatkan dari ethnologi yang membicarakan tentang ciri khas ras atau suku, adat istiadat, etika dan budaya, seni, kepercayaan. Jika ethnologi mempelajari sebagaimana tersebut di atas, maka dapat juga disebut sebagai antropologi budaya.
       Ada prinsip yang pada umumnya dimiliki oleh orang-orang antropologi, bahwa perkembangan kebudayaan diakibatkan tidak hanya dari daalam, tetapi juga bisa diakibatkan dari luar. Dengan kata lain tidak ada suku yang berkembang dari kehidupan primitif menjadi beradab dengan sendirinya.  Ini disebut teori diffusi atau teori penyebaran, tapi berbeda dengan tepri evolusi sebagai suatu perkembangan secara sepihak menurut hukum-hukum yang ketat

c. Linguistik
       Data linguistik sebagai mitra ilmu sejarah membicarakan tentang perkembangan bahasa dan prinsip-prinsip yang mengaturnya, akan sangat membantu bagi peneliti/penulis sejarah. Salah satu bagian dari ilmu bahasa yang sering digunakan dalam penelitian sejarah adalah semiotik. yang disebut semiotik adalah ilmu tentang tanda. Semiotik ini digunakan hampir semua smua bidang ilmu baik eokonomi, sosial dan budaya, kedokteran, filsafat, linguistik, dan lain-lain.
       Saussure ahli semiotik mengatakan bahwa, "Bahasa adalah sistem tanda yang mengungkap gagasan, dengan demikian dapat dibandingkan dengan, abjad orang-orang bisu-tuli, upacara-upacara simbolik, bentuk sopan santun, dan tanda-tanda kemiliteran dan lain-lain. Bahasa hanyalah yang paling penting dari sistem-sistem ini. Jadi kita dapat menanam benih suatu ilmu yang mempelajari tanda-tanda di tengah-tengah hidup bermasyarakt....... ( Saussure, 1969)

d. Archeologi
       archeologin adalah pengetahuan tentang barang-barang kuno, atau peninggalan kuno, objek pisik atau materi dari kebudayaan atau peradaban yang sudah punah. Produk-produk seni rupa dan bangunan, patung lukisan, inskripsi, jembatan, pakaian, peralatan, senjata, mata uang, semua mempunyai cerita tentang kemajuan kebudayaan dan ekonomi di berbagai negara dan jaman.
       Pada umumnya peninggalan purbakala lebih dapat dipercaya buktinya dari pada dokumen tertulis, sehingga muncul satu anggapan bahwa archeologi terlalu mementingkan dirinya sendiri dan menganggap itu sebagai satu satunya sumber, padahal kenyataannya kebanyakan bukti sejarah dari sumber tertulis, sedangkan peninggalan purbakala masih perlu ditafsirkan lagi 

e. Geneologi
       Geneologi adalah ilmu tentang keturunan yang meliputi bukan hanya keturunan satu keluarga atau silsilah , tetapi juga termasuk jenis data catatan pegawai, pemerintah atau gerejawi. Penelitian geneologi dapat memberikan bukti-bukti penting bagi sejarawan dan seorang biograf. Catatan keturunan keluarga kadang-kadang merupakan satu-satunya sumber yang dapat dipakai untuk untuk memecahkan problema sejarah 
  


        
   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar